Cerita Lengkap Kerja Jurnalistik ala Tempo dalam “Jurnalistik Dasar”

Tapi paket lengkap dengan bejibun informasi di dalamnya memang sulit terhindar dari pembahasan persoalan yang tumpang-tindih

Tempo kembali bikin produk pustaka mengenai dirinya. Setelah dua bukunya terbit, Seandainya Saya Wartawan Tempo dan Cerita di Balik Dapur Tempo, akhir tahun lalu, kantor berita yang dikenal dengan cerita investigasinya ini bikin buku lagi.

Lewat produk anyarnya yang berjudul Jurnalistik Dasar, Resep dari Dapur Tempo, pencetus berita yang enak dibaca dan perlu ini tidak khawatir dibilang punya kepedulian secara berlebihan pada diri sendiri.

Tempo tidak takut dibilang punya sikap narsistik karena sering menerbitkan buku mengenai cerita dan kiprah kerjanya. Dan memang ia tidak perlu risi dengan penilaian itu.

Continue reading Cerita Lengkap Kerja Jurnalistik ala Tempo dalam “Jurnalistik Dasar”

Advertisements

Berlagak Jadi Calon Reporter di “Seandainya Saya Wartawan Tempo”

Membaca buku ini adalah juga berlagak menjalani aktivitas sebagai calon reporter TEMPO dan bersedia menerima masukan dari para redakturnya

Buku ini bikin kita berkhayal seolah tengah menghadapi tugas perdana sebagai calon reporter TEMPO.

Bayangkan Anda adalah seorang calon reporter yang diminta mencari dan menuliskan berita tentang apa saja yang Anda temukan di luar kantor. Beberapa saat setelah menerima tugas dari redaktur, Anda menemukan suatu kejadian dan menurut Anda layak untuk dijadikan berita.

Pada momen itu, Anda langsung mengomunikasikan kejadian yang Anda lihat kepada redaktur. Tentu saja akan ada arahan dari redaktur yang mengalir deras. Tetapi ini bukan komunikasi satu arah, Anda akan menyampaikan sejumlah hal yang menurut Anda perlu menjadi perhatian redaktur.

Setelah yakin telah memahami kejadian dan arahan redaktur, Anda mulai menulis berita.

Continue reading Berlagak Jadi Calon Reporter di “Seandainya Saya Wartawan Tempo”

“Kalimat Jurnalistik” Menguak Cara Redaksi Kompas Menyusun Kalimat Berita

Pentingnya melandaskan penulisan kalimat berita pada logika merupakan keutamaan kedua yang harus diperhatikan para jurnalis

Berterimakasihlah kepada para jurnalis atas sajian beritanya yang bermutu kepada khalayak. Bermutu karena berita yang ditampilkan merupakan deskripsi atau hasil konstruksi atas suatu keadaan atau kejadian tanpa terselip opini atau pendapat pribadi penulisnya. Bermutu karena isi berita mengangkat persoalan yang berkembang di masyarakat dan bertujuan untuk memanusiakan manusia (hal. xi).

Hormatilah mereka, para jurnalis, yang menyajikan berita secara sederhana. Bukan karena ketidakmampuannya memerikan ide yang melangit atau istilah yang kompleks, melainkan karena hal yang rumit dan berat, kalau sudah dipegang oleh wartawan dan ditulis menjadi berita, hendaknya berubah menjadi barang yang ringan dan mudah dipahami (hal. 19).

Continue reading “Kalimat Jurnalistik” Menguak Cara Redaksi Kompas Menyusun Kalimat Berita