The Pyramid: Ekspedisi Berujung Mati

Screenshot_image1-The-Pyramid-2014
sumber gambar

Holden tertangkap sesosok Anubis, dewa kematian dalam Mitologi Mesir Kuno

Laku dua pegiat film dokumenter, Sunni sang pengarah film (Christa Nicola) dan Fitzie (James Buckley) sang pemandu kamera, seolah merecoki para penggali piramida di gersangnya gurun pasir Kairo, Mesir. Keduanya terlihat sibuk mendokumentasikan temuan terbaru sebuah piramida di tengah aksi unjuk rasa yang berlangsung kisruh tidak jauh dari lokasi penemuan.

Aksi mereka, sebenarnya, tidak terbilang berlebihan mengingat temuan piramida kali ini laik diabadikan dalam sorotan lensa kamera. Piramida ini unik lantaran memiliki tiga sisi dari empat sisi yang lazim ditemukan. Maka, pantas saja Sunni dan Fitzie mengabadikan momen penemuan itu di saat puluhan penggali sibuk mengangkat pasir secara perlahan demi mengemukakan tempat penyimpanan mumi raja Mesir tersebut.

Aksi penggalian itu sebenarnya bukan tanpa arahan. Dua arkeolog handal, Holden (Denis O’Hare) dan anaknya, Nora (Ashley Hinshaw) bertindak sebagai pengarah penggalian. Keduanya bertanggung jawab penuh atas penggalian bangunan batu besar berbentuk limas itu.

Agar serangkaian proses penggalian dan penemuan informasi berjalan lasuh dan lajak, pakar robotik juga dilibatkan. Dialah Zahir (Amir K) yang bertugas mengoperasikan robot kecil berlensa kamera yang merekam setiap aktivitas penemuan informasi bersama dengan tim dokumenter. Jadilah lima orang itu saling bahu-membahu berupaya menguak misteri di balik bangunan piramida bersisi tiga tersebut.

Awal Sebuah Misteri

Belum lama penggalian berlangsung, para tukang gali tetiba berhasil menemukan pintu masuk ke dalam piramida. Sambil mendapat sorotan lensa kamera tim dokumenter, seorang penggali coba membongkar batu yang diduga kuat menjadi pintu masuk ke dalam “rumah” mumi raja Mesir kuno.

Tepat sesaat bongkahan batu terbuka, asap hijau menguar keluar mengenai sang penggali. Seketika itu juga, seorang penggali terkapar, mengejang hingga mengeluarkan busa dari mulutnya. Setiap adegan terekam jelas kamera tim dokumenter.

Holden, sang pakar arkeologi, menjelaskan, asap itu lazim keluar dari dalam piramida lantaran gumpalan zat yang lambat laun mengepul di dalam piramida selama ribuan tahun. Tidak jarang, asap itu beracun dan bisa menimbulkan infeksi di tubuh manusia. Tak ayal, pasca terkena asap hijau, salah seorang tukang gali tetiba kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.

Rupanya kejadian itu memantik rasa penasaran lima tim ekspedisi itu. Seperti hendak menguak misteri di balik bangunan batu berbentuk limas, kelimanya berencana menjangkau pemahaman hingga ke dalam piramida. Kendati mendapat larangan keras dari Kopral Shadid (Faycal Attougui), kelimanya tampak bersikukuh untuk mengetahui bagian dalam piramida. Sempat bersitegang dengan Shadid, akhirnya kelima orang pegiat ekspedisi tersebut diperbolehkan berada di area piramida selama dua jam.

Waktu yang singkat itu mereka gunakan untuk memaksimalkan peran robot kecil yang dioperasikan Zahir, Lewat lensa kamera yang tertanam di robot, kelimanya bisa menyaksikan bagian lorong piramida dengan seksama dalam layar monitor. Tapi itu tidak berlangsung lama. Tetiba saja, robot kecil itu diserang sesuatu. Seperti hewan. Hingga layar monitor tidak lagi menampilkan gambar apapun. Robot tidak dapat beroperasi lagi.

image
sumber gambar

Mengantar Nyawa di Piramida 

Kejadian itu jelas membuat Zahir ketar-ketir. Pasalnya, robot yang dia gunakan adalah pinjaman dari Nasa yang harganya mencapai puluhan juta dolar. Suatu hal yang mustahil untuk membiarkan robot itu berada di dalam piramida tanpa ada upaya untuk mengambilnya.

Akhirnya, kelima pegiat ekspedisi itu memutuskan untuk masuk ke dalam. Agaknya, aneka tetanda misterius seperti asap pembunuh dan robot yang tak beroperasi lagi belum cukup mengurungkan rasa ingin tahu kelima orang tersebut. Masuklah mereka ke dalam piramida.

Baru saja melangkah beberapa meter, tali kawat penanda jalan yang terpasang di salah satu pegiat ekspedisi terputus. Padahal tali itu dikenal kuat. Bahkan mereka tetiba kehilangan paran. Ada banyak lorong yang terlihat sama. Tapi mereka seolah tidak menemukan jalan keluar. Kelimanya tersesat.

Kekhawatiran mereka semakin menjadi-jadi tatkala robot kecil yang mereka cari ditemukan telah rusak bahkan ada bagian yang hilang. Kengerian itu semakin kentara ketika sebongkah batu besar tiba-tiba menindih paha Zahir. Zahir merasakan nyeri yang tak terperi.

Tak kuasa mengangkat batu besar nan berat itu, empat orang lain berusaha mencari jalan keluar hingga ke arah lubang atap bangunan batu itu. Sunni yang seringkali beraktivitas memanjat dinding berinisiatif untuk mengecek lorong tersebut. Sempat terpeleset hampir jatuh, dia mendapati lubang lain yang horizontal. Tapi di ujung lorong yang buntu itu, dia melihat seekor hewan seperti kucing tak berbulu. Kurus. Seketika dia memperjelas penglihatan, seketika itu juga dia mendapat cakaran. Sunni terjatuh.

Sadar akan adanya bahaya, keempat orang itu memutuskan untuk mencari jalan lain. Meninggalkan Zahir dalam kenyerian, empat orang itu kemudian menyusuri jalan lain. Baru saja melangkah beberapa meter, suara erangan tetiba menguar. Itu suara Zahir.

Mendengar suara tersebut, Nora mengambil langkah seribu menuju tempat Zahir. Malang, tubuh Zahir sudah hilang dengan meninggalkan bekas darah yang mengarah ke lorong bagian atas tempat Sunni tadi memanjat dan mendapati seekor kucing tak berbulu.

Kengerian itu semakin menjadi-jadi ketika keempat orang yang tersisa terjebak lorong yang semakin lama semakin dipenuhi pasir. Dengan tergesa-gesa, mereka berlari keluar lorong hingga Sunni menemukan kemalangannya. Di ujung lorong, Sunni terjatuh dan tertusuk duri besar serupa jebakan.

Dalam kenyerian yang sangat, Sunni merintih sambil memandang ketiga rekannya yang tak kuasa membantu. Sempat berusaha mengangkat tubuh Sunni, ketiga rekannya akhirnya harus merelakan Sunni yang tewas.

Screen-Shot-2014-12-02-at-9.09.58-AM
sumber gambar

Perjumpaan dengan Anubis 

Dengan tekad kuat untuk keluar dari piramida, ketiganya terus berlari sambil sesekali membaca tulisan Mesir kuno di dinding piramida. Hingga akhirnya, mereka berada di tengah piramida tempat peti raksasa bersemayam. Di sanalah sebuah jawaban mulai terkuak.

Holden tertangkap sesosok Anubis, manusia besar berkepala anjing, dan dikenal sebagai dewa kematian dalam Mitologi Mesir Kuno. Holden tewas setelah jantungnya diambil lalu dimakan Anubis.

Tersisa dua orang lagi, yakni Nora dan Fitzie. Keduanya memutuskan untuk berusaha keluar meski berakhir dalam mati. Tak disangka, Nora berhasil memecahkan teka-teki jalan keluar. Keduanya bergegas menuju lorong vertikal ke atas.

Tapi di tengah perjalanan naik, Anubis berhasil menangkap Fitzie yang naik tepat di bawah Nora. Seperti film yang menuju pada penghabisan, Nora yang selangkah lagi mencapai permukaan tak lepas juga dari tangkapan Anubis.

Dengan tangan terikat, Nora menyaksikan Fitzie tewas terinjak wajahnya oleh Anubis. Hampir membunuh Nora, Anubis tetiba menerima tusukan pisau dari Nora. Menderita cedera, Nora yang berusaha lari, terperangkap gerombolan kucing kurus tak berbulu.

Tapi ternyata, kucing itu malah menyerang Anubis yang membuat Nora berhasil kabur. Menuju jalan yang pernah dia lewati, kali ini, Nora berhasil mencapai permukaan. Sempat melihat cahaya, Nora bertemu anak kecil yang hendak membantunya. Namun, seperti tagline film ini: You Only Enter Once, kedua orang itu pun mati di tangan Anubis.

Film ini terbilang mudah ditebak bagian akhirnya. Dari tagline yang tertera, setiap orang yang masuk piramida pasti berakhir dengan kematian. Dari sisi sudut pandang kamera, film garapan Gregory Levasseur ini menggunakan perspektif lazim untuk film ber-genre horor: founding footage.

Perspektif orang pertama ini menimbulkan kengerian yang nyata dibanding sudut pandang kamera orang ketiga. Tapi perspektif founding footage ini tidak melulu mendominasi setiap bagian film.

Film berdurasi 89 menit ini terbilang sukses mengumbar kenyerian. Beberapa adegan menyerikan tergambar di setiap bagian kematian. Tiada hal yang istimewa dalam penggambaran piramida. Namun aneka kekagetan berhasil diciptakan. Bukan karena tayangan, melainkan kekagetan lantaran musik yang mengejutkan. Film ini tetap laik ditonton untuk hiburan temata.(asw)

—–

The Pyramid (2014); Sutradara: Gregory Levasseur; Penulis Naskah: Daniel Meersand, Nick Simon; Genre: Thriller; Durasi: 89 menit

Pemeran: Nora (Ashley Hinshaw) Holden (Denis O’Hare) Fitzie (James Buckley) Sunni (Christa Nicola) Zahir (Amir K) Kopral Shadid (Faycal Attougui)